Setitik bercak petanda nafsu telah berkobar. Melanda relung-relung jiwa dua insan yang terdalam. Merekah, terpejam lalu kembali membuka mata pada kenyataan. Cinta telah terpantul melalui tubuh.
Selendang sutera..telah menghantarkan antara realita dan mimpi. Menjadi satu. Bukan karena harus namun karena tak dapat lagi menahan. Tersenyum. Bukan kerena senang namun karena puas. Cinta telah terlihat melalui mata.
Suara desahan terdengar jelas dengan diiringi keringat yang mengucur. Meradangnya rasa kagum karena ciptaan Tuhan yang begitu dahsyat. Tertawa, berputar kekiri dan kekanan dengan tenaga seadanya.
selendang sutera…datang untuk menutupi maluku akan dia. Alangkah indahnya menjadikan dua tubuh menjadi satu. selendang sutera…jadikan malam ini satu malam untuk selamanya. Alangkah rindunya aku jika malam ini berlalu tanpa janji ia akan kembali.
Meirina Alwie
Jakarta, 12/05/08
No comments:
Post a Comment