Friday, September 23, 2011

SATU

sepasang genggaman terikat kencang. perih mengikat hati samar-samar di kejauhan. alunan sedih meruntuhkan kesadaran. mampunya seorang manusia yang bertahan.air mata tak indah karena hujan. malam gelap dan dingin menjadi rindu . tiang-tiang yang tercipta untuk menopang tak lagi ada. sungguhnya seorang manusia yang bertahan
alun-alun kota terlihat megah. riuh rendah manusia tetap berjalan.
satu pikiran dua hati. satu hati dua pikiran. seribu orang tak mengerti melainkan dirinya sendiri. sendiri..


Meirina Alwie
Jakarta, June 13’08

No comments:

Post a Comment