Merah mewakilinya lalu putih mengikuti. Merdu riuh rendah berantakan . Dua tangannya terangkat tinggi tanda kerendahannya. Lalu ia rendahkan hatinya tanda ketingiannya.
Sekuat baja selembut kapas. Wanita itu seorang perawan cinta. Mengakui adanya cinta sejati yang tak kunjung ia temukan. Mengakui kekuatannya yang tak kunjung ia rasakan.
Sisa-sisa rintihan yang lamban menghilang. Wanita berhenti tersenyum sesaat lalu terpingkal. Dingin menjadi panas lalu hilang tanpa rasa. Hampa.. lalu bertemankan bajingan bermuka dua juga tanpa rasa.
Merah mewakilinya lalu putih mengikuti. Suara riang lantang beraturan. Kepalanya tertunduk lemas tanda kesombongannya. Lalu ia tinggikan hatinya tanda menang.
Meirina Alwie
Jakarta, 05/05/08
Dedicate to: Megawati, with love.
No comments:
Post a Comment